Langsung ke konten utama

Kajian Hadis di Indonesia: Profil Literatur Hadis di Indonesia Tahun 1955 - 2000

ABSTRAK

Andriansyah.
Kajian Hadis Di Indonesia: Profil Literatur Hadis Di Indonesia Tahun 1955-2000
Dibimbing oleh DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA dan Maulana, M.Ag)


Penelitian ini adalah suatu kajian tentang sejarah dan perkembangan kajian hadis di Indonesia selama kurun waktu antara tahun 1955 sampai tahun 2000 di Indonesia. Penelitian ini menitik beratkan pada mengkaji literatur (karya-karya) hadis, bukan isi hadis sebagaimana lazim dipahami—namun dianggap sebagai termasuk kajian hadis dalam arti luas. Karya-karya yang diteliti ialah karya yang ditulis oleh orang-orang Indonesia, baik dalam bahasa Indonesia maupun tidak, juga karya-karya terjemahan kitab hadis yang pokok. Sekurangnya ada tiga pertanyaan yang hendak dijawab oleh penelitian ini, yakni: seperti apakah tradisi penulisan pada bidang dan materi hadis antara tahun 1955 sampai tahun 2000 di Indonesia? Apa yang melatar belakangi dan mendorong hal itu? Serta, bagaimanakah karakteristiknya itu? Penelitian ini sepenuhnya riset pustaka. Data-data dikumpulkan dari segenap karya-karya yang yang masuk kategori literatur hadis, atau paling kurang merupakan karya yang pembahasannya menggunakan perspektif hadis, meski isi yang jadi permasalahannya secara kategoris merupakan masalah umum. Data didapat dari buku yang dipublikasikan secara luas, dimana dari penelusuran pustaka yang penulis lakukan, terdapat kurang lebih 150-an buku yang bermuatan atau menyangkut materi hadis. Dari jumlah itu, hanya terdapat sebanyak 80-an karya yang memenuhi kualifikasi untuk keperluan penelitian ini. Setelah penelitian dilakukan didapati bahwa selama rentang waktu antara tahun 1955 sampai tahun 2000 tampak bahwa kajian mengenai hadis dan berbagai macam objek bahasannya cukup intensif dilakukan, baik dari segi kuantitas karya dan varian objek kajian hadis. Praktis sejak awal abad ke-20 hingga paruh kedua pada abad yang sama, Umat Islam di Indonesia tampaknya mulai menggeser, sekurangnya memperkaya, sumber inspirasi hukum Islam dan orientasi fiqih mereka dengan merujukkannya kepada buku-buku hadis, ketimbang kepada buku-buku fiqih. Meskipun, sebagian besar karya hadis sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian ini harus diakui baru sekadar merambah jalan ke arah itu. Maraknya kajian hadis pada paruh kedua abad ke-20 ditengarai disebabkan oleh hasrat untuk memurnikan ajaran Islam dalam perkembangan dan kegiatan-kegiatan pemikiran umat Islam Indonesia yang makin intensif. Karya-karya hadis yang ditulis boleh jadi merupakan bentuk pencarian akan sumber otentik Islam, agar dapat dijadikan sandaran dalam melaksanakan ajaran-ajaran yang lebih dianggap murni dalam Islam. Disamping itu, pengaruh kebijakan dari pemerintahan yang berbeda dalam rentang waktu seabad lamanya, juga memperlihatkan perbedaan dorongan dan motivasi dalam merefleksikan kembali ajaran-ajaran yang dianggap murni. Karakteristik karya-karya hadis yang ditulis oleh para peminat hingga ahli hadis di Indonesia pada paruh kedua abad ke-20, secara umum, merupakan turunan pembacaan dan pendekatan hadis yang telah diterima secara umum di dunia Islam. Kajian ini secara konseptual bertujuan untuk menghampiri salah satu episode dari sejarah sosial keislaman di Indonesia yang berlangsung menurut jamannya yang khas. Adapun secara praksis, kajian ini memberikan masukan bagi penentu kebijakan muatan kurikulum dalam mengembangkan serta memperkaya paradigma dan pendekatan kajian terhadap prodi keilmuan yang bersangkutan. Kajian ini juga diharapkan dapat memberikan panduan, atau paling kurang sebagai informasi awal bagi perambahan lebih jauh menyangkut eksistensi literatur hadis dan relasinya dengan kaum Muslim di Indonesia.

DAFTAR ISI
Halaman Judul
Lembar Pengesahan Panitia Ujian
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Pedoman Transliterasi
BAB I. PENDAHULUAN [h. 1]
A. Latar Belakang [h. 1]
B. Telaah Kepustakaan [h. 3]
C. Pembatasan dan Perumusan Masalah [h. 8]
D. Tujuan Penelitian [h. 9]
E. Metodologi Penelitian [h. 10]
F. Sistematika Pembahasan [h. 11]
BAB II STUDI HADIS DALAM KONTEKS ISLAM INDONESIA [h. 13]
A. Kondisi Objektif yang Menyangkut Perkembangan
Studi Hadis di Indonesia [h. 14]
1. Situasi sosial-politik [h. 14]
a. Rezim Kolonialis Hindia Belanda [h. 14]
b. Rezim Kolonialis Jepang [h. 17]
c. Indonesia Merdeka [h. 18]
2. Pendidikan Islam di Indonesia [h. 23]
a. Pendidikan Islam dan Rezim Kolonialis
Hindia Belanda [h. 23]
b. Pendidikan Islam dan Rezim Kolonialis Jepang [h. 26]
c. Pendidikan Islam di Masa Indonesia Merdeka [h. 27]
3. Pertumbuhan Dunia Aksara [h. 29]
B. Penggunaan Hadis oleh Masyarakat Muslim Indonesia
Secara Umum [h. 32]
BAB III BUKU-BUKU HADIS:
IDENTIFIKASI BAHASA PENGANTAR DAN ISI [h. 35]
A. Bahasa Pengantar [h. 36]
1. Indonesia [h. 37]
2. Arab [h. 37]
B. Isi [h. 38]
1. Ilmu Hadis [h. 38]
a. Posisi Hadis dalam Islam:
Kedudukan Hadis dan Pentingnya Studi Hadis [h. 40]
b. Metodologi dan ‘Ulum Al-Hâdîts [h. 43]
c. Tokoh dan Ulama Hadis [h. 50]
2. Memahami Hadis [h. 53]
a. Menggali Kandungan Hadis (Tematisasi) [h. 54]
b. Pesan dan Petunjuk-petunjuk Hadis [h. 57]
c. Syarah Hadits (Menafsir Hadis) [h. 60]
3. Teks Hadis [h. 61]
a. Koleksi [h. 62]
b. Konkordansi [h. 67]
c. Terjemahan [h. 68]
      4.
Kajian Hadis: Pendekatan dan Pembacaan Baru Terhadap Hadis [h. 74]
BAB IV BUKU-BUKU HADIS: IDENTIFIKASI ASAL-USUL
LITERATUR DAN LATAR BELAKANG PENULIS
DAN PENGGUNA [h. 77]
A. Identifikasi Asal-Usul [h. 77]
1. Ilmu Hadis [h. 78]
2. Memahami Hadis [h. 79]
3. Teks Hadis [h. 81]
4. Kajian Hadis: Pendekatan dan Pembacaan Baru Terhadap Hadis [h. 82]
B. Identifikasi Latar Belakang dan Pengguna [h. 83]
1. Ilmu Hadis [h. 85]
2. Memahami Hadis [h. 86]
3. Teks Hadis [h. 87]
4. Kajian Hadis: Pendekatan dan Pembacaan Baru Terhadap Hadis [h. 89]
BAB V PENUTUP [h. 91]
Kesimpulan [h. 91]
Saran-saran [h. 92]
DAFTAR PUSTAKA [h. 93]

Keterangan : Skripsi dalam situs ini adalah contoh atau bagian saja.
Untuk memiliki versi utuh dapat berkorespondensi dengan penulis.

Komentar

Ibnu mengatakan…
Assalamu alaikum
Kang perkenalkan, saya ibnu muchtar, pengasuh kajian ilmu hadis dan ushul fiqh di Fitrah (Forum Ilmiah Transformasi Sunnah) Bandung. Kami tertarik dengan tema skripsi akang. Sehubungan dengan itu, mohon kesediaan akang untuk mengirim copyan atau softcopynya secara utuh. Insya Allah biaya kirim dan copyan akan diganti. Syukran
Wassalamu alaikum
Ibnu Muchtar
Jl. Kebonkangkung, no. 21 Kiaracondong-Bandung
Anonim mengatakan…
Sangat menarik sekali blog ini.Saya berminat untuk mengisi kekosongan kajian dlm bdg kajian sejarah hadith dari berbagai aspeknya. Sbg bhn rujukan, softcopy penuh file diatas amat sy hrpkan. Mohon dikrm ke kasykul@gmail.com. Jazakumullah pak Adriansyah.
Al Mustanir mengatakan…
assalam..
sebenarnya saya cuma ingin cari bahan makalah. tapi oke juga kalo bisa pake soft copy skipsi punya mas'e. biar kuliah gak cuman dengerin dosen cerita..
boleh ga dikirimin soft copynya?
Anonim mengatakan…
mohon file lengkap skripsi
Assalamualaikum.wr.wb
salam kenal dari saya hartono rahimi, mahasiswa s2 UIN jurusan tafsir hadis. saya sangat tertarik dengan kajian skripsi antum. mohon kiranya agar sudi mengirim versi lengkapnya ke email saya
hartono_oase@yahoo.co.id
kalau seandaianya ada biaya yang harus saya keluarkan tolong di informasikan. makasih wa jazakallah.
hartono rahimi 081380861981
Anonim mengatakan…
mohon file lengkap skripsi
Assalamualaikum.wr.wb
salam kenal dari saya hartono rahimi, mahasiswa s2 UIN jurusan tafsir hadis. saya sangat tertarik dengan kajian skripsi antum. mohon kiranya agar sudi mengirim versi lengkapnya ke email saya
hartono_oase@yahoo.co.id
kalau seandaianya ada biaya yang harus saya keluarkan tolong di informasikan. makasih wa jazakallah.
hartono rahimi 081380861981
Pranandaka Blog mengatakan…
Mas, Saya juga minta dunk softcopynya . . biar saya bisa mendalaminya lebih . . Syukron ya Mas sebelumnya,,kirimnya ke pranandaka@gmail.com
Anonim mengatakan…
Salam, kajian haditsnya cukup dalam, boleh kita mengambil istifadah dari antum atau saling sharing.

silahkan mampir di blog saya: http://el-mandiri86.blogspot.com
shoy63 mengatakan…
assalamu'alaikum
Perkenalkan, saya mahasiswi TH UIN SGD, bebrapa semester yang lalu pernah belajar mata kuliah bersama Ust. Lutfi. saya sangat tertarik dengan penelitian akang, ditambahkan dengan pembimbingnya Ust. Lutfi, saya percaya dengan quality kajian ini. Karenanya saya moho kesediaan akang untuk mengirimkan softcopy ke alamat : dyash_den63@yahoo.com
Apabila ada biaya yang harus saya ganti dari pengiriman tersebut hubungi (085294359471)
Haturnuhun, jazakallah, semoga sangat bermanfaat bagi khazanahilmu hadits..
wassalam
Anonim mengatakan…
saya tertarik sekali untuk membaca utuh penelitian anda ini, jika diperkenankan mohon dikirim ke e-mail saya lutfianantoni@yahoo.co.id. kebetulan saya sedang mengajukan tesis ttg pendidikan / pembelajaran hadis di indonesia. sy mahasiswa S2 pendidikan islam pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. terima kasih
Anonim mengatakan…
Assalamu'alaikum.
Pak Adriansyah yang terhormat, kenalkan nama saya Haris, mahasiswa S2 Universiti Malaya. Saya sangat berminat dengan kajian skripsi antum.Pada Bab 2 Tesis saya, mengenai sejarah dan karakter pengajian hadith di Indonesia. Kalau tidak keberatan, saya mohon antum kirimkan soft copy lengkapnya ke haris_elhafiz@yahoo.com

Jazakallah.. (Abdul Haris:+60149292850)
dlee_rahman mengatakan…
salamualaikum... saya fadly rahman, saat ini saya sedang melaksakan progam s2, kebetulan kajian saya mengenai perkembangan hadith di indonesia, saya ingin mendapatkan maklumat yang lebih dari kajian antum di atas, smoga bermanfaat,, terima kasih,, email saya : Dlys_87@yahoo.co.id

Postingan populer dari blog ini

Al-Ghazali’s Theory of Knowledge

Introduction All approaches and studies, except empiricism, to either knowledge or truth claims that are emerged in history seems have been referred in history of Islamic philosophy. The fact that Islam can accept any concepts, either from inside or outside, has proved an adaptive manner of the religion, even it is almost tend to be permissive. It is understandable when all Muslim agree to the principle that is important to take as well as to learn to hikmah from any places. The wave of Hellenism that consists of heritage of Greek thought is not to prohibit, hence to be neglected. Many Muslims continues this tradition and to be authoritative of it. The tradition, certainly, at last has been luxurious. Nevertheless, it is not to be gained without hard effort. The tradition still exist hitherto, although the sound seems has merely vague. A lot of observers claimed that Al-Ghazali is the thinker that is to be responsible for the situation. The question: is it fair the claim above? T...

Ahmad Wahib’s Renewal Islamic Thinking in Indonesia

Generally, there are three groups of Islamic thinking in Indonesia. The First, they who render Islam should be as doctrine applied universally; meta-historic; definitive; and self-sufficient. Hence, they do not need Islamic renewal. Islam was gave answers for all of problem questions of life in worldly even in hereafter, which was described by The Koran and Sunna those has dependable (Hadith As-Shahiha). The declining of Islam—for those who belong to this point of view—is due to distortion of applying Holy Koran. Therefore, discerning The Holy Koran comprehensively and reading textually-literally, as well as applying it without reserve, is the answer for better future for Islamic society. This group frequently called as fundamentalist in Islam. The Second, they who render Islam should be as doctrine, nevertheless they do not neglecting system and tradition values of Islam or custom attribute where they come from. Human was born with certain tribe, nation, language, colored, habit, cus...

Menyoal Otentisitas Hadits; Pandangan Ignaz Goldziher (1850‑1921) dan Joseph Schacht (1902-1969)

Pertanyaan akan pertanggungjawaban keotentikan Islam sebagai agama baru, yang lahir pada kurun abad ke-7 masehi, barangkali menjadi pertanyaan yang ganjil bagi kaum Muslim sendiri. Sebagaimana pemeluk agama lain terhadap agama mereka sendiri, umat Islam pun tak luput dari cara pandang yang secara perspektif lebih “ in ward looking ”, melihat segala sesuatu atas dasar pertimbangan dan cakrawala keyakinan hal-hal yang sudah mapan di dalam dirinya sendiri. Sehingga tidak mengherankan, manakala ada pihak yang berasal dari alur tradisi lain yang mencoba meruyak ke batas terjauh dasar pertimbangan dan keyakinan hal-hal yang dianggap sudah mapan itu, dianggap sebagai upaya terselubung sebentuk “penjajahan”, dan bukan upaya yang dilakukan berdasarkan atas pertimbangan ilmiah. Apa yang dikatakan sebagai ilmiah diatas, pada akhirnya juga sesungguhnya menjadi soal lain. Keilmiahan tentu saja dihasilkan melalui pencapaian terhadap ketetapan-ketetapan yang telah menjadi konvensi sebelumnya. Dan...