Langsung ke konten utama

Postingan

Kajian Hadis di Indonesia: Profil Literatur Hadis di Indonesia Tahun 1955 - 2000

ABSTRAK Andriansyah . Kajian Hadis Di Indonesia: Profil Literatur Hadis Di Indonesia Tahun 1955-2000 Dibimbing oleh DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA dan Maulana, M.Ag) Penelitian ini adalah suatu kajian tentang sejarah dan perkembangan kajian hadis di Indonesia selama kurun waktu antara tahun 1955 sampai tahun 2000 di Indonesia. Penelitian ini menitik beratkan pada mengkaji literatur (karya-karya) hadis, bukan isi hadis sebagaimana lazim dipahami—namun dianggap sebagai termasuk kajian hadis dalam arti luas. Karya-karya yang diteliti ialah karya yang ditulis oleh orang-orang Indonesia, baik dalam bahasa Indonesia maupun tidak, juga karya-karya terjemahan kitab hadis yang pokok. Sekurangnya ada tiga pertanyaan yang hendak dijawab oleh penelitian ini, yakni: seperti apakah tradisi penulisan pada bidang dan materi hadis antara tahun 1955 sampai tahun 2000 di Indonesia? Apa yang melatar belakangi dan mendorong hal itu? Serta, bagaimanakah karakteristiknya itu? Penelit...

Selayang Pandang Mengenai Kitab Hadits yang Enam (Kutub as-Sittah) dan Para Pengarangnya

1] Imam al-Bukhari (194 - 256 H) Imam Bukhari sering disebut sebagai amir al-mukminin atau penghulunya Umat Islam dalam perkara hadis. Bahkan, di kalangan para ahli hadis sendiri, beliau didaku sebagai imam atau pemimpin para ahli hadis dan maha guru dari segenap penghapal hadis di masanya. Imam Bukhari mempunyai nama lengkap, Abu ‘Abdillah Mu h ammad bin Isma’il bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fiy . Beliau dilahirkan pada hari Jum’at pada tanggal 13, bulan Syawwal, tahun 194 H, di Bukhara. Nama al-Ju’fiy merupakan sebutan nasab perwalian kakek buyutnya ketika masuk Islam di hadapan al-Yaman al-Jahfiy, sementara ayah dari kakek buyutnya sendiri diketahui tetap memeluk agama Majusi hingga akhir hayatnya. Riwayat kakek Imam Bukhari, Ibrahim, nampaknya hampir tidak tercatat. Sedangkan, ayahnya, Isma’il, terkenal sangat alim, dan juga berguru kepada beberapa ulama terkenal seperti H amaad bin Zaid dan Imam Malik bin Anas. Nama ayahandanya masuk dalam kitab ...

Hendaknya Mereka Tidak Melihat Sedikitpun Auratnya

“ Hendaknya Mereka Tidak Melihat Sedikitpun Auratnya ,” merupakan terjemahan bebas dari potongan hadits (athraf al-hadits) yang dalam redaksi bahasa Arabnya, adalah sebagai berikut: “Falaa Yanzhurna ila Syai’in min ‘Awartihi” Potongan hadis diatas, setelah ditelusuri lebih jauh dengan menggunakan sebuah kitab konkordansi karangan AJ Wensinck bernama al-Mu’jam al -Mufahras li Alfaz al-Hadits an-Nabawy terdapat dalam kitab Musnad Ahmad bin Hanbal jilid II, halaman 187. Bentuk lengkap matn hadis dalam Musnad Ahmad bin Hanbal tersebut, adalah sebagai beikut: "Qaala Rasulullah Saw: “Murru Abna`akum bi al-Shalati li Sab’i Siniina wa Idribuuhum ‘alaiha fi ‘Asyri Siniina wa Farraquu Bainahum fi al-Madhaji’ wa Idza Ankaha Ahadukum ‘Abdahu aw Ajiirahu fala Yanzhurna ila Syai’in min ‘Awartihi Fainna ma Asfala min Saratihi ila Rukbataihi min ‘awratihi" Perintahlah anak-anakmu untuk melakukan shalat ketika mereka berusia 7 tahun, dan pukullah mereka ketika usia mereka 10 tahun (jika ...